Selasa, 19 Mei 2009

Iman Kepada Allah

BAB II

IMAN KEPADA ALLAH

Text Box: I

man menurut bahasa bersal dari bahsa Arab hal yang terpenting dalam beragama. Karena aqidah menjadi landasan utama bagi manusia dalam beraktifitas. Seseorang tidak akan memiliki pendirian yang kuat dalam segala hal apabila ia tidak memiliki keyakian yang kuat yang menjadi pijakan. Keyakian akan sebuah kebenaran yang dipercayai sebagai hal yang menjadi sumber segala keberhasilan dan kemenangan dunia dan akhrat yang kemudian dijadikan sebagai pijakan dalam mengatur kehidupan seseorang itulah yang kita sebut sebagai aqidah.

Demikian, maka terkait dengan aqidah

A. Pengertian Aqidah Islam

Menurut bahasa kata “Aqidah Islam” dapat dijelaskan bahwa kata tersebut merupakan kata gabungan dari kata “Aqidah” dan kata “Islam”. Aqidah berasal dari bahasa Arab yang berarti kepercayaan atau keyakinan. Perlu diketahui lebih lanjut bahwa kata “Aqidah” apabila ditelusuri dari akar katannya, ia berasal dari kata عقد /’aqd yang memiliki banyak arti, antara lain simpul tali, kalung, perjanjian, dan tali.[1]

Sedang menurut istilah “Aqidah” seperti didefinisikan oleh dapat dimaknai

B. Landasan Kajian Aqidah Islam

C. Objek Kajian Aqidah Islam.

D. Metode Kajian Aqidah Islam



[1] Muhammad bin Ya’qub Al-Fairuz Abadiy, Kamus Al-Muhith, Juz 1 hlm. 383-384

Ujian Kehidupan Dunia

صبر
البقرة:155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ(155)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ(249)
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

آل عمران:
إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ(120)
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ ءَالَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ(125)
ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ(142)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ(146)
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ(186)
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

Silabi Tafsir Tarbawi

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Mata Kuliah : Tafsir II (Tarbawi)
Kode Mata Kuliah/SKS:
Jurusan/Program Studi : Pendidikan Agama Islam (OAI)
Pengajar : H. Abdul Ghofur, MA
Semester : V
Mata Kuliah Prasyarat : 1. Tafsir I
2. Bahasa Arab

1. Kompetensi Dasar : Memahami beberapa ayat yang dipahami berisi beberapa
prinsip pendidikan.
2. Standar Kompetensi : Menerjemahkan dan Menjelaskan maksud ayat-ayat
berkenaan dengan prinsip-prinsip pendidikan
3. Deskripsi Mata Kuliah: Dalam mata kuliah ini dibahas ayat-ayat yang dipahami berkenaan dengan Kedudukan Belajar-Mengajar, Tujuan Pendidikan, Subyek Pendidikan, Obyek Pendidikan, Metode Pendidikan, Segi-segi Pendidikan, Materi Pendidikan, dan Pendidikan Anak dalam Islam, dan digali (discovery) prinsip-prinsip pendidikan di dalamnya.
4. Indikator : 1. Menyebutkan arti kosakata-kosakata kunci
2. Menerjemahkan ayat
3. Menemukan struktur kalimat ayat
4. Menjelaskan pokok-pokok isi ayat
5. Menerangkan nilai-nilai pendidikan dalam ayat
6. Membahas keterpaduan pokok-pokok isi dan nilai-nilai pendidikan dalam ayat dengan ayat-ayat lain, hadis-hadis, dan pendapat para ilmuwan.
7. Meyakini isi dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat untuk dilaksanakan dalam kehidupan
5. Buku Sumber/Referensi : A. Wajib:
1. Tafsir al-Maraghi
2. Tafsir Ibnu Kasir
B. Anjuran:
1. Tafsir al-Mishbah (Quraish Shihab)
2. Fi Zilal al-Qur’an (Sayyid Qutb)
6. Strategi, Metode dan Media Pembelajaran :
A. Strategi Pembelajaran::
1. Mahasiswa dibagi berkelompok sebanyak topik, masing
masing mahasiswa dalam kelompok itu mempresentasikan
makalah indivudualnya mengenai topik. Tiga puluh menit
sebelum akhir, dosen menjelaskan masalah.
2. Setiap mahasiswa menyerahkan laporan book review
mengenai pokok bahasan/minggu dari salah satu buku anjuran
B. Metode Pembelajaran
1. Diskusi
2. Kerja Kelompok (cooperative learning)
3. Lecturing
C. Media Pembelajaran
OHP dan LCD
7. Pola Penugasan bagi Mahasiswa:
1. Pembuatan makalah individual kelompok
2. Laporan Book review/minggu tentang topik yang dibahas

8. Pola Penilaian:
1. Kehadiran: 20%
2. Makalah kelompok: 20%
3. Book review: 20%
4 UTS : 20 %
5. UAS: 20%
9. Pertemuan, Pokok/Sub Pokok Bahasan, danm Sumber sebagai Acuan:
Pertemuan ke: Pokok dan Sub Pokok Bahasan : Buku Sumber
1. Kedudukan Belajar-Mengajar
- al-‘Alaq/96:1-5 1. Tafsir al-Maraghi
- al-Taubah/9:122 2. Tafsir Ibnu Kasir
- al-Mujadilah/58:11. 3. Tafsir al-Mishbah.
4. Fi Zilal al-Qur’an
2. Pendidikan Anak.
- al-Isra’/17:23-28
- Luqman/31:12-19
- al-Nisa’/4:9
3. Tujuan Pendidikan
- al-Zariyat/51:56
- Ali ‘Imran/3: 137-139
- al-Hajj/22:40-41
- al-Fath/48: 28-29
4. Subyek Pendidikan
- al-Rahman/55:1-4
- al-Najm/53: 1-10
- al-Nahl/16: 43-44
- al-Kahf/18: 65-70
5. Obyek Pendidikan
- al-Nisa’/4:170
- al-Tahrim/66:6
- al-Syu’ara’/26:214-216
- Nuh/71:1-4
6 Metode Pendidikan
- al-Ma’idah/5:67
- al-Nahl/16: 125-128
- Ibrahim/14: 24-27
- al-A’raf/7:175-177
7. Materi Pendidikan
- al-Ghasyiyah/88:17-21
- Ali ‘Imran/3:170-171
- al-Zariyat/51:20-21
8. Pendidikan Jasmani
- al-Baqarah/2:247
- Hud/11:52
- al-Anfal/8:60
9. Pendidikan Intelektual
- al-Isra’/17:36
- Yunus/10:35-36
- Yusuf/12:22
10. Pendidikan Keimanan (Agama)
- al-Waqi’ah/56:57-74
- Yasin/36:77-83
11. Pendidikan Akhlak (Moral)
- al-Qasas/28:77
- al-Ahzab/33:21
- al-A’r af/7:157
12. Pendidikan Perasaan (Emosi)
- Yunus/10:109
- al-Taubah/9:72
- al-Isra’/17:15
13. Pendidikan Estetika
- al-A’raf/7:26
- Hamim al-Sajdah/41:12
- Yusuf/12:111
14. Pendidikan Sosial
- al-A’raf/7:199
- al-Furqan/25:63-68, 72-77.

Ciputat, Mei 2009
Dosen,

H. Abdul Ghofur, MA